OTOMATISASI TATA KELOLA KEUANGAN KELAS 12

MATERI OTK KEUANGAN KELAS 12

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.10            Memahami ruang lingkup dana kas kecil

3.10.1.         Menjelaskan pengertian dana kas kecil

3.10.2.         Menjelaskan tujuan dibentuknya dana kas kecil

 

4.10  Mengelompokkan ruang lingkup dana kas kecil

4.5.1.            Melakukan identifikasi ruang lingkup dana kas kecil

4.5.2.            Melakukan pengelompokkan ruang lingkup dana kas kecil.


a.       A. Definisi Dana Kas Kecil

Pengertian kas adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban.

Pengertian Kas kecil atau petty cash adalah uang tunai yang di sediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonimis bila dibayar dengan cek

Yang termasuk dengan kas perusahan,yaitu :

1.Uang Tunai

Adalah uang untuk pembayaran jasa atau barang secara langsung menggunakan uang logam maupun uang kertas.

2.Cek

Adalah perintah tertulis nasabah kepada bank untuk menarik dananya sejumlah tertentu atas namanya atau atas unjuk

Bagian-bagian dalam cek,yaitu :

a.Ada tertulis kata-katacek atau cheque

b.Ada tertulis Bank penerbit

c.Ada nomor Cek

d.Ada tanggal penulisan Cek

e.Ada perintah membayar

f.Ada jumlah uang

g.Ada tanda tangan atau cap perusahaan pemilik cek

3.Cashier’s

Adalah cek yang di tarik oleh suatu kantor Bank atas dirinya sendiri.Cek ini melayani berbagai macam transaksi seperti penarikan kredit dan pembayaran rekanan bank.

4.Traveler’s chek

Adalah alat pembayaran semacam cek yang diciptakan untuk orang berpergian dan dapat di uangkan pada kantor bank yang mengeluarkan atau pada pihak yang di tunjuk.

5.Simpanan di Bank

Adalah kegiatan menghimpun dana atau simpanan dalam bentuk giro ataupun bilyet dari masyarakat.

6.Postal Money Order

Adalah sejenis wesel pos yang setiap waktu dapat ditukarkan dengan uang ke kantor pos

7.Money Order

Adalah surat yang memuat perintah dari kantor lain,agen suatu bank,kantor pos,atau lembaga keuanganuntuk membayar sejumlah uang kepada penerima pembayaran yang ditunjuk

Yang tidak termasuk dalam kas perusahaan,yaitu :

 

1.Time deposite /Deposito berjangka

Adalah uang simpanan di bank yang hanya dapat diambilsetelah jangka waktu tertentu berakhir.

2.Saham

Adalah satuan nilai atau pembukaan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagiankepemilikan sebuah perusahaan

3.Obligasi

Adalah suatu istilah yang di gunakan dalam dunia keuanganyang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo

Contoh : Pengeluaran – pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil seperti :

                  1 .        Pembelian Materai

                  2 .        Pembayaran biaya kebersihan

                  3 .        Pembayaran biaya telepon dan listrik

                  4 .        Pembayaran biaya angkut

                  5 .        Pembayaran upah pesuruh

                  6 .        Pembayaran biaya parkir

                  7 .        Pembelian bahan pembantu kantor

                  8 .        Pembayaran lain yang jumlahnya relatif keil

karakteristik kas kecil, yaitu :

  1. Dana Kas Kecil ditetapkan dan dibatasi dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
  2. Kasir atau staf keuangan menjadi pengelola, penanggungjawab dan penyimpan Kas Kecil.
  3. Digunakan untuk membayar transaksi-transaksi rutin setiap hari.
  4. Setiap pengeluaran kas kecil harus disertai dengan bukti pengeluaran kas kecil yang telah disetujui oleh pihak yang berwenang.
  5. Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala dalam jumlah tertentu sesuai dengan SOP Akuntansi Keuangan yang berlaku.
  6. Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan pettycash box atau di dalam sebuah amplop

  

b.      Tujuan dibukanya kas kecil oleh perusahaan:

   Ada beberapa tujuan dibentuknya kas kecil, berikut diantaranya.

1.     Menangani masalah perlengkapan/perbekalan kantor yang dialami oleh suatu bagian di kantor.

2.     Menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis juga tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak.

3.     Meringankan beban staff karyawan dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan juga termasuk kepada relasi bisnis pimpinan.

4.     Mempercepat aktivitas atasan yang menggunakan dana secara mendadak dan juga tidak terencana sebelumnya.

 

c.       Kelengkapan dana kas kecil

   Di dalam pengelolaan dana kas kecil perlengakapan yang diperlukan, adalah:

1.          Peralatan kantor, misalnya: bolpoin, penghapus, dll;

2.          Peralatan untuk menghitung baik maual maupun elektronik;

3.          Formulir pengeluaran kas kecil;

4.          Buku kas kecil

5.          Formulir permintaan dana kas kecil;

6.          Formulir penggunaan kas kecil;

7.          Buku jurnal kas kecil;

8.          Buku jurnal pengeluaran kas kecil.

d.      Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil

1.         Pembentukan Dana Kas Kecil

Pengelolaan dana kas kecil merupakan proses pengelolaan bukti transaksi dana kas kecil sampai pencatatan buku kas kecil.

Dana kas kecil di bentuk (disediakan) berdasarkan surat keputusan kepala bagian keuangan. Dalam perusahaan yang memiliki standar prosedur akuntansi semua jenis pengeluaran kas melibatkan bagian hutang sehingga unit organisasi yang terlibat dalam prosedur pembentukan dana kas kecil adalah bagian hutang, bagian kasa, dan bagian pemegang dana kas kecil. Tugas masing-masing adalah sebagai berikut :

1.       Bagian Hutang

ü    Menerima surat keputusan, pembentukan dana kas kecil dari kepala bagian keuangan.

ü    Membuat bukti pengeluaran kas dalam tiga rangkap. Lembar 1 dan 3 diserahkan kepada bagian kasa dilampiri surat pembentukan dana kas kecil. Lembar 2 diserahkan kepada bagian buku pembantu yang terkait.

ü    Mencatat bukti pengeluaran kas dalam daftar bukti kas keluar yang belum dibayar (berfungsi sebagai buku pembantu hutang).

ü    Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 yang telah dicap lunas dari bagian kasa dilampiri surat keputusan pembentukan dana kas kecil.

ü    Mencatat nomor cek dan tanggal pembayaran sesuai data bukti pengeluaran kas yang telah dicap lunas dalam daftar bukti kas keluar pada kolom yang disediakan.

ü    Menyerahkan bukti kas pengeluaran kas lembar 1 yang telah dicap kepada bagian jurnal dan laporan.

2.      Bagian Kasa

ü     Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 dan 3 dilampiri surat pembentukan dana kas kecil dari bagian hutang.

ü     Menyediakan cek sebesar jumlah yang tercantum dalam bukti pengeluaran kas untuk ditanda tangani oleh pejabat perusahaan yang berwenang mengeluarkan kas.

ü     Membubuhkan cap tanda lunas pada bukti pengeluaran kas lembar 1 dan 3 serta surat pembentukan dana kas kecil.

ü     Menyerahkan bukti pengeluaran kas lembar 1 ke bagian hutang dilampiri surat bukti pembentukan dana kas kecil, dan lembar ke 3 diserahkan kepada pemegang dana kas kecil.

3. Bagian Jurnal dan Laporan

·  Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 yang telah di cap lunas dilampiri surat pembentukan dana kas kecil dari bagian hutang.

·  Mencatat bukti pengeluaran kas dalam buku jurnal pengeluaran kas (register cek)

·  Mengarsipkan bukti pengeluaran kas bersama surat keputusan pembentukan dana kas kecil dalam map arsip bukti pengeluaran kas (voucher) yang sudah dibayar.

4. Pemegang Dana Kas Kecil

·       Menerima cek dan bukti pengeluaran kas lembar 3 dari bagian kasa

·       Menguangkan cek ke bank dan menyimpan dana kas kecil

·       Mengarsipkan bukti pengeluaran berdasarkan urutan tanggal.

2.                                     Pembayaran Melalui Kas Kecil

Pemegang kas kecil mempunyai kewenangan untuk melakukan pengeluaran kas dengan menggunakan uang yang terdapat dalam kas kecil sepanjang tidak bertentangan dengan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Biasanya manajemen membuat ketentuan tentang jumlah batasan maksimum pengeluaran untuk tiap transaksi yang diijinkan dan larangan-larangan tertentu, misalnya kas kecil tidak boleh digunakan untuk memberi pinjaman kepada karyawan. Setiap pembayaran yang dilakukan melalui kas kecil harus didokumentasikan dengan menggunakan “Bukti Pengeluaran Kas Kecil” atau Voucher Kas Kecil.

3.                                                                     Pengisian kembali kas kecil

Pemegang dana kas kecil membuat permintaan pengisian kas kecil berdasarkan bukti-bukti pengeluaran kas kecil. Berdasarkan dokumen transaksi tersebut, bendahara mengisi cek dan meminta otorisasi cek kepada pemilik otoritas (misal: kepala departemen). Apabila uang yang terdapat dalam dana kas kas kecil mencapai tingkat minimum, maka dana harus diisi kembali. Permintaan pengisian kembali dilakukan oleh pemegang kas kecil. Untuk itu, pemegang kas kecil harus menyiapkan daftar pengeluaran (pemakaian) kas kecil yang telah dilakukan dengan dilampiri bukti-bukti pendukung pengeluaran kas kecil. Permintaan pengisian kembali kas kecil diajukan kepada bendahara perusahaan yang akan meneliti  keabsahan pengeluaran kas kecil yang telah dilakukan. Apabila segala sesuatunya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh  perusahaan, maka bendahara memberi tanda persetujuan pada formulir permintaan pengisian kembali dan menarik cek sebesar jumlah kas kecil yang telah digunakan sehingga jumlah uang dalam dana kas kecil akan kembali pada jumlah semula

 

e.      System Pendanaan Dalam Kas Kecil

Pemakaian kas kecil harus didukung dengan bukti penggunaan kas  kecil atau bukti transaksi. Bukti-bukti tersebut dicatat dan dikumpulkan, kemudian dilaporkan untuk mendapat pengantian kembali. Pencatatan transaksi kas  kecil dapat dilakukan dengan 2 (dua) system, yaitu system pendanaan tetap (imprest fund system) dan system pendanaan tidak tetap (fluctuation fund system).

-          System pendanaan tetap (imprest fund system)

Dalam system pendanaan tetap (imprest fund system),dana kas kecil besarnya selalu tetap atau sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh manajemen, sehingga tidak setiap pengeluaran dicatat dalam kas kecil.

Pencatatan kas kecil hanya akan dilakukan dika ada penambahan/pengisian kembali dana kas kecil. Dalam hal ii, kasir harus mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran dan membuat catatan intern yang akan digunakan untuk mengajukan penggantian dana kas kecil kepada pusat.

-          System pendanaan tidak tetap (fluctuation fund system)

Dalam system pendanaan tidak tetap (fluctuation fund system), besarnya dana kas kecil berubah-ubah sesuai dengan transaksi yang pembayarannya dilakukan menggunakan dana dari kas kecil. Setiap terjadi perubahan jumlah uang dana kas kecil, selalu diadakan pencatatan.

 

latihan soal klik DISINI

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENERAPKAN PERSIAPAN PENGELOLAAN DANA KAS KECIL

OTOMATISASI TATA KELOLA SARANA DAN PRASARANA KELAS XII/SMK

MENGELOLA OPERASIONAL HARIAN KAS KECIL