MENGELOLA OPERASIONAL HARIAN KAS KECIL
MATERI OTOMATISASI TATA KELOLA KEUANGAN KELAS XII
Pertemuan Ke-3
Oleh : M. Afif Thohani, SE
KOMPETENSI DASAR
3.12 Menerapkan pengelolaan operasional harian kas kecil
4.12 Mengelola operasional hariankas kecil
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.12.1. Menjelaskan proses pengajuan uang tunai
3.12.2. Mengidentifikasi pencatatan proses penerimaan uang
3.12.3. Menjelaskan prosedur monitoring keadaan keuangan
3.12.4. Mengidentifikasi proses rekonsiliasi pengakuran data
3.12.5. Mengemukakan prosedur pengelolaan dana kas kecil
4.12.1. Melakukan identifikasi komponen-komponen dalam pengelolaan dana kas kecil
4.12.2. Menyiapkan kelengkapan bahan, data, dan informasi terkait pengelolaan dana kas kecil
4.12.3. Mengelola dana kas kecil dengan tepat dan akurat sesuai dengan standar
A. Proses Pengajuan kas Kecil
Kas Kecil dibuat/dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direktur/Manajer Keuangan pada suatu perusahaan, yang menetapkan jumlah dan sistim pencatatan. Pemegang kas kecil, biasanya ditunjuk oleh Direktur/Manajer Keuangan yang berkewajiban mempertanggung jawabkan pemakaian dana kas kecil. Pemegang kas kecil tidak boleh dirangkap oleh Kasir/Pemegang Kas Besar
B. Prosedur Pengelolaan kas Kecil
1. Pembentukan dana kas kecil
Hal yang paling penting dalam pembentukan kas kecil adalah
• Biasanya jumlah dana kas kecil ditaksir dengan memperhitungkan kebutuhan dan untuk tiga atau empat minggu.
• Memberikan estimasi kepada Bendahara, kemudian bendahara menarik cek dan memberikannya kepada pemegang kas kecil.
• Pemegang kas kecil mencairkan / meng-uangkan cek.
Dokumen yang tersedia untuk pembentukan dana kas kecil
1. Surat keputusan dari pejabat yang berwenang.
2. Bukti kas keluar
3. Cek
Fungsi yang terkait dalam prosedur pembentukan dana kas kecil
- Bagian Utang
- Bagian Kassa/Kasir
- Pemegang dana kas kecil
- Bagian Akuntansi
2. Pembayaran melalui dana kas kecil
Pemegang kas kecil (kasir) mempunyai kewenangan untuk melakukan pengeluaran kas dengan menggunakan uang yang terdapat dalam kas kecil sepanjang tidak bertentangan dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Dokemen yang tersedia untuk pengeluaran kas kecil:
• Permintaan pemakaian kas kecil
• Bukti pengeluaran kas kecil
• Dokumen pendukung (nota / Kwitansi)
3. Pengisian kembali dana kas kecil
• Permintaan pengisian kembali dilakukan oleh pemegang kas kecil. Pemegang kas kecil harus menyiapkan daftar pengeluaran (pemakaian) kas kecil yang telah dilakukan dengan dilampiri bukti-bukti pendukung pengeluaran kas kecil.
• Apabila uang yang terdapat dalam dana kas kas kecil mencapai tingkat minimum, maka dana harus diisi kembali.
Dokumen yang tersedia untuk pengisian kembali dana kas kecil:
1. Permintaan Pengisian kembali kas kecil
2. Bukti pengeluaran kas kecil
3. Bukti kas keluar
4. Dokumen Pendukung (Nota, dan Kwitansi)
C. METODE PENCATATAN DANA KAS KECIL (PETTY CASH )
Terdapat dua macam metode pencatatan Dana kas Kecil
a. Metode Imprest ( Sistem Saldo tetap)
Dalam imprest system penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan sebagai berikut
1. Pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cek dan dicatat dengan mendebit rekning dana kas kecil . saldo dana kas kecil ini tidak boleh berubah dari yang telah ditetapkan tersebut dinaiki atau di krangi
2. Pengeluaran dana kas kecil tidak di catat dalam jurnal. Bukti bukti pengeluaran kas kecil dikumpulkan saja dalam arsip sementara yang dislenggarakan oleh pemegang dana kas kecil
3. Pengsisian kembali dana kas kecil dilakukan sejumlah rupiah yang tercantum dalam kumpulan-kumpulan bukti pengeluaran kas kecil. Pengisian kembali dana kas kecil ini dilakukan dengan cek dan di catat dengan mendebit rekning Biaya dan mengkredit rekning kas.
Keuntungan Metode Imprest
1. Menghemat waktu bagi kasir kas kecil, karena tidak di ganggu setiap kali terjadi pembelian atau pengeluaran kas kecil
2. Menghemat waktu dalam pembukuan pengeluaran rekning nominal
3. Memudahkan untuk mengetahui setiap pengeluaran berdasarkan pos pos pengeluaran pada setiap pembukuan
4. Karena jumlah dana kas per periode selalu sama sehingga memudahkan bendahara menentukan jumlah dana per bagian/unit per periode. Pemegang kas/Pimpinan akan berhati hati dalam mengelola keuntungan mengingat dalam sistem ini tidak ada penambahan dana ditengah periode.
PENCATATAN DANA KAS KECIL METODE DANA TETAP
|
Waktu |
Jurnal |
|
Pembentukan dana kas kecil |
Dr. Kas Kecil xxx Cr. Kas Bank xxx |
|
Pengeluaran kas kecil untuk
pembayaran biaya-biaya |
Tidak dijurnal |
|
Pengisian kembali dana kas kecil |
Dr. Biaya.... xxx Dr. Biaya.... xxx Cr. Kas Bank xxx |
|
Pengembalian dana kas kecil
(apabila dianggap terlalu besar) |
Dr. Kas xxx Cr. Kas Kecil xxx |
|
Penambahan dana kas kecil (apabila
dianggap terlalu kecil) |
Dr. Kas Kecil xxx Cr. Kas Bank xxx |
|
Apabila pada akhir periode tidak
ada pengisian kembali dana kas kecil. |
Dr. Biaya.... xxx Dr. Biaya.... xxx Cr. Kas Kecil xxx |
b. Metode Fluktuasi (Sistem saldo Berubah Ubah)
Dalam Sistem saldo berfluktuasi, penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pembantukan dana kas kecil dilakukan dengan mendbit Rekning dana kas kecil
2. Pengeluaran dana kas kecil dicatat dengen mengkerdit dana kas kecil, sehingga setiap saat saldo rekning berubah-ubah
3. Pengsisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan jumlah sesuai keperluan dan di catat dengan mendebit rekning-rekning dana kas kecil. Dalam sistem ini Saldo rekning berfluktuasi dari waktu ke waktu.
Keuntungan Metode Fluktuasi
1. Saldo kas kecil dapat di ketahui setiap saat
2. Apabila dana kas kecil tidak cukup, administrasi atau petugas kas kecil dapat meinta/ mengambil dana kembali
3. Dana Awal tiap periode selalu sama
4. Mudah dilakukan pengontrolan terhadap buku kas
PENCATATATAN DANA KAS KECIL METODE TIDAK TETAP
|
Waktu |
Jurnal |
||
|
Pembentukan dana kas kecil |
Dr. Kas Kecil Cr. Kas Bank |
xxx |
xxx |
|
Pemakaian dana kas kecil (pembayaran biaya-biaya) |
Dr. Biaya... Dr. Biaya... Cr. Kas Kecil |
xxx xxx |
xxx |
|
Penambahan dana kas kecil (apabila dianggap terlalu kecil) |
Dr. Kas Kecil Cr. Kas Bank |
xxx |
xxx |
|
Pengisian kembali dana kas kecil |
Dr. Kas Kecil Cr. Kas Bank |
xxx |
xxx |
Berikut ini adalah perbendaan antara metode dana tetap dengan metode dana tidak tetap.
|
Metode Dana Tetap |
Metode
Fluktuatif |
|
Jumlah
pengisian kembali dana kas kecil sama dengan jumlah pengeluaran (jumlah untuk
pembayaran biaya-biaya) |
Jumlah pengisian kembali dana kas
kecil tidak sama dengan jumlah pengeluaran yang dilakukan untuk pembayaran biaya-biaya |
|
Pada
saat pengeluaran dana kas kecil tidak di jurnal, hanya membuat bukti
pengeluaran kas kecil |
Pada saatpengeluaran dana kas
kecil harus dicatat (dijurnal) seesuai dengan
jumlah yang dikeluarkan untuk pembayaran biaya. |
|
Saldo rekening dana
kas kecil adalah tetap |
Saldo rekening dana kas kecil berfluktuatif |
|
Pada
akhir periode perlu disesuaikan |
Pada akhir periode tidak perlu disesuaikan |
D. Prosedur monitoring keadaan keuangan
Pemeriksanaan Dana Kas Kecil
Setiap akhir periode pemegang dana kas kecil harus mempertanggungjawabkan semua pengeluaran dana kas kecil. Selain pemeriksaan pada buku kas kecil yang dilampiri bukti transaksi pengeluaran kas kecil, perhitungan uang kas secara fisik juga dilakukan. Surprised Audit adalah pemeriksa dana kas kecil secara mendadak.
Perhitungan uang dilakukan oleh pemeriksa dan disaksikan oleh 2 orang atau lebih dan dibuat berita acara. Pengelolaan dana kas kecil perlu dilakukan, karena perusahaan melakukan pembayaran biaya-biaya secara tunai.
Jumlah saldo kas kecil menurut perhitungan fisik harus sama dengan saldo dana kas kecil menurut catatan. Saldo kas kecil dapat dihitung sebagai berikut:
Saldo kas kecil awal periode Rp xxx
Ditambah: Pengisian kembali dana kas kecil Rp xxx +
Rp xxx
Dikurangi: Jumlah pengeluaran dana kas kecil Rp xxx –
Saldo kas kecil pada akhir periode Rp xxx
Contoh Berita acara perhitungan Kas :
UD Jaya Abadi Jakarta
Berita Acara PerhitunganKas Kecil
31 Desember 2019
|
1. Menurut catatan |
|
|
Saldo per 1 Desember 2019 |
Rp 1.600.000 |
|
Pengisian kembali dana kas kecil |
Rp 1.500.000 + |
|
|
Rp 3.100.000 |
|
Pengeluaran kas kecil selama bulan Desember |
Rp 1.350.000 - |
|
|
Rp 1.750.000 |
|
2. Perhitungan fisik dana kas kecil |
|
|
2.1. Uang kertas |
|
|
3 lembar @ Rp 100.000 = Rp 300.000 |
|
|
6 lembar @ Rp 50.000 = Rp 300.000 |
|
|
9 lembar @ Rp 20.000 = Rp 180.000 |
|
|
42 lembar @ Rp 10.000 = Rp 420.000 |
|
|
59 lembar @ Rp 5.000 = Rp 295.000 |
|
|
33 lembar @ Rp 1.000 = Rp 33.000 |
|
|
Rp 1.528.000 |
|
|
2.2. Uang logam |
|
|
105 keping @ Rp 1.000 = Rp 105.000 |
|
|
123 keping @ Rp
500 = Rp 61.500 |
|
|
195 keping @ Rp
200 = Rp 39.000 |
|
|
165 keping @ Rp
100 = Rp 16.500 |
|
|
Rp 222.000+ |
|
|
Jumlah saldo fisik dana kas kecil per
31 Desember 2019 |
Rp 1.750.000 |
Komentar
Posting Komentar