OTOMATISASI TATA KELOLA SARANA DAN PRASARANA KELAS XII/SMK
OTOMATISASI TATA KELOLA SARANA DAN PRASARANA
KELAS : 12 ADMINISTRASI PERKANTORAN
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.10 Menganalisis perencanaan
kebutuhan sarana dan prasarana
4.10Membuat
perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana
3.10.1 Menjelaskan analisa perencanaan kebutuhan
3.10.2
Menguraikan
jenis-jenis analisa kebutuhan
3.10.3
Menjelaskan
pengusulan sarana dan prasarana
3.10.4
Mengidentifikasi
bentuk-bentuk formulir rencana kebutuhan
4.10.1
Melakukan
identifikasi kebutuhan sarana prasarana
4.10.2 Membuat perencanaan kebutuhian sarana prasarana
4.10.3 Membuat dokumen perencanaan kebutuhan sarana dan
prasarana dengan menggunakan komputer dengan tepat sesuai ketentuan
|
KOMPETENSI DASAR |
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI |
|
3.10 Menganalisis perencanaan
kebutuhan sarana dan prasarana 4.10Membuat
perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana |
3.10.1 Menjelaskan analisa perencanaan kebutuhan 3.10.2
Menguraikan
jenis-jenis analisa kebutuhan 3.10.3
Menjelaskan
pengusulan sarana dan prasarana 3.10.4
Mengidentifikasi
bentuk-bentuk formulir rencana kebutuhan 4.10.1
Melakukan
identifikasi kebutuhan sarana prasarana 4.10.2 Membuat perencanaan kebutuhian sarana prasarana 4.10.3 Membuat dokumen perencanaan kebutuhan sarana dan
prasarana dengan menggunakan komputer dengan tepat sesuai ketentuan |
1. Analisa Perencanaan Kebutuhan
Analisa rencana kebutuhan merupakan salah satu mata rantai dalam proses pengelolaan sarana dan prasarana yang tidak dapat dipisah-pisahkan hubungannya antara proses yang satu dengan proses yang lain. Analisa perencanaan kebutuhan berawal dari kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh unit pemakai/pengguna (user), kemudian berdasarkan daftar inventarisasi tersebut unit organisasi merencanakan macam dan jenis sarana apa yang dibutuhkan.
Beberapa pertimbangan dalam kegiatan analisa perencanaan kebutuhan adalah harus selalu memperhatikan permasalahan yang berhubungan dengan:
a. Klasifikasi alat/sarana prasarana yang dibutuhkan.
b. Spesifikasi alat/sarana prasarana.
c. Dimana/lokasi mana alat/sarana prasarana akan digunakan.
d. Siapa yang akan menggunakan alat/sarana prasarana.
e. Kapan alat/sarana prasarana akan digunakan.
f. Berapa jumlah/volumenya.
Analisa rencana kebutuhan guna menunjang kelancaran proses dan pelaksanaan terhadap semua kebutuhan yang diperlukan sebagai sarana pendukung pelaksanaan tugas lembaga/pembelajaran, dapat kelompokan menjadi 4 golongan, yaitu:
1) Barang tidak bergerak. Barang-barang yang termasuk jenis barang tidak bergerak.
2) Barang bergerak. Barang-barang yang termasuk jenis barang bergerak.
3) Hewan, barang yang termasuk hewan.
4) Barang persediaan, adalah barang-barang baik yang bersifat tahan lama atau habis pakai yang keberadaannya untuk bahan pengganti jika peralatan yang berupa unit mengalami kerusakan sebagian komponennya, seperti; mouse, keyboard, external hardisct, lampu LCD, ban kendaraan, dll.
2. Jenis-Jenis Analisa Kebutuhan
Analisa kebutuhan sarana prasarana/peralatan kerja suatu organisasi/lembaga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu analisa kebutuhan kualitatif dan analisa kebutuhan kuantitatif.
a. Analisa kebutuhan kualitatif
Analisa kebutuhan kualitatif pada dasarnya adalah suatu rangkaian kegiatan pengelompokan keterangan-keterangan atau informasi tentang jenis kegiatan yang terdapat dalam suatu satuan/unit organisasi tertentu. .
Sebelum kebutuhan itu dirumuskan, maka terlebih dahulu harus dikumpulkan berbagai data/informasi yang menunjang, misalnya:
1) Sarana/perlengkapan apa saja yang masih ada?
2) Bagaimana kondisinya?
3) Sudah tersediakah fasilitas pendukung lainnya jika barang yang akan diadakan telah tiba di lokasi?
b. Analisa kebutuhan kuantitatif
Analisa kebutuhan kuantitatif dilakukan dengan meneliti volume dan frekuensi kegiatan yang terdapat dalam suatu unit organisasi tertentu. Kegiatan analisis ini akan mempersoalkan:
1) Apakah jumlah sarana yang ada masih efisien penggunaannya?
2) Apakah sarana yang ada sudah sesuai dengan jumlah pegawai yang ada?
3) Apakah sarana yang ada masih dapat memenuhi target capaian yang ditetapkan?
Langkah-langkah analisia kebutuhan kuantitatif adalah:
1) Untuk kebutuhan perabot, perlu diketahui jumlah pegawai berdasarkan struktur organisasi yang ada.2) Untuk kebutuhan sarana penyimpanan warkat, perlu diketahui sedikit banyaknya jumlah warkat yang dihasilkan untuk satuan periode waktu tertentu.
3) Untuk kebutuhan mesin-mesin (terutama mesin kantor)perlu diketahui waktu riil penggunaan, waktu kerja untuk periode yang sama, dan waktu ekstra, (waktu ekstra adalah waktu diluar jam istirahat tetap)
4) Terhadap kebutuhan bahan habis pakai/bahan dasar, perlu diperhatikan pengalaman dari kegiatan yang telah berjalan supaya tidak terjadi penumpukan/barang berlebih maupun kekurangan bahan baku sehingga menggangu proses penyelesaian pekerjaan dikarenakan masih menunggu datangnya pesanan.
5) Cara pengadaan/pesanan yang paling ekonomis dapat diterapkan pada permasalahan ini dengan memperhatikan syarat-syarat atau faktor-faktor sebagai berikut:
Komentar
Posting Komentar