KD 3.13 Menerapkan pelaporan aktivitas kas kecil
MATERI PERTEMUAN KE-4 OTK KEUANGAN KELAS 12
A. Kompetensi
Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
|
NO |
KOMPETENSI DASAR |
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI |
|
1 |
3.13 Menerapkan pelaporan
aktivitas kas kecil
|
3.13.1
Menjelaskan proses identifikasi transaksi
keuangan 3.13.2
Mengidetifikasi pencatatan data transaksi keuangan 3.13.3
Mengemukakan pengendalian dan pemantauan uang
tunai |
|
2 |
4.13.
Melaporkan aktivitas kas kecil
|
4.13.1
Melakukan
identifikasi data transaksi keuangan yang terjadi dengan tepat 4.13.2
Menyiapkan
kelengkapan bahan-bahan data dan informasi transaksi keuangan 4.13.3
Melaporkan aktivitas
pengelolaan kas kecil dengan tepat sesuai dengan standar prosedur yang
berlaku |
B. Ringkasan Materi Pembelajaran
Pencatatan transaksi keuangan adalah proses dimana perusahaan mencatat dengan rinci segala transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan yang dapat berpengaruh pada perubahan harta, hutang, modal, pendapatan serta beban
Prinsip dasar dari
pencatatan transaksi keuangan sebenarnya hampir sama dengan persamaan dasar
akuntansi, yaitu:
HARTA= HUTANG +
MODAL
atau
AKTIVA =
PASSIVA
1.
Pencatatan data
transaksi keuangan
Untuk memulai membuat catatan transaksi keuangan, maka setiap transaksi
keuangan yang dilakukan oleh perusahaan akan menjadi informasi awal yang harus
dicatat dan diolah sehingga nantinya menghasilkan laporan keuangan. Berikut ini
langkah-langkah untuk membuat pencatatan transaksi keuangan:
-
Menyiapkan Bukti-Bukti Transaksi
-
Pencatatan Transaksi Ke Dalam Jurnal Harian
-
Melakukan
Posting Ke Dalam Buku Besar
2.
Pemeriksanaan Dana Kas Kecil
Setiap akhir
periode pemegang dana kas kecil harus mempertanggungjawabkan semua pengeluaran
dana kas kecil. Selain pemeriksaan pada buku kas kecil yang dilampiri bukti
transaksi pengeluaran kas kecil, perhitungan uang kas secara fisik juga
dilakukan. Surprised Audit adalah pemeriksa dana kas kecil secara mendadak
Perhitungan
uang dilakukan oleh pemeriksa dan disaksikan oleh 2 orang atau lebih dan dibuat
berita acara. Pengelolaan dana kas kecil perlu dilakukan, karena perusahaan
melakukan pembayaran biaya-biaya secara tunai.
Jumlah
saldo kas kecil menurut perhitungan fisik harus sama dengan saldo dana kas
kecil menurut catatan. Saldo kas kecil dapat dihitung sebagai berikut:
Saldo
kas kecil awal periode Rp
xxx
Ditambah:
Pengisian kembali dana kas kecil Rp
xxx +
Rp xxx
Dikurangi:
Jumlah pengeluaran dana kas kecil Rp xxx -
Saldo kas kecil pada akhir periode Rp xxx
3. Selisih Dana Kas Kecil
Apabila kas kecil menurut perhitungan fisik lebih besar
daripada kas menurut catatan disebut selisih kas lebih (csah overage), sedang kas apabila kas menurut fisik lebih kecil
daripada kas kecil menurut catatan disebut dengan selisih kas kurang (cash shortage). Selisih kas dapat
terjadi karena bebarapa hal berikut ini :
a. Jumlah yang diterima atau
dikeluarkan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang seharusnya
dicatat, karena tidak terjadinya pecahan kecil.
b. Kehilangan akibat kekeliruan saat
transaksi pertukaran, misal saat memberikan uang kembali.
c. Adanya uang palsu
d. Kesalahan pencatatan dalam jurnal
e. Sebab-sebab lain yang sama sekali
tidak diketahui
Pada akhir periode pencatatan,
selisih kas dianggap sebagai pendapatan, dan selisih kurang dianggap sebagai
kerugian atau beban. Dalam laporan laba rugi selisih kas diinformasikan sebagai
pendapatan / beban diluar usaha.
·
Jurnal apabila terjadi selisih lebih
pada dana kas kecil :
Kas kecil Rp
xxx
Selisih kas Kecil Rp
xxx
·
Jurnal apabila terjadi selisih
kurang dana kas kecil
Selisih kas kecil Rp
xxx
Kas kecil Rp xxx
Contoh:
PD Subur menyelenggarakan dana kas kecil untuk pengeluaran – pengeluaran yang relatif kecil. Pada tanggal 31 Desember 2019 saldo dana kas kecil menurut catatan adalah Rp5.750.000,00. Pemeriksaan fisik dilakukan dan diketahui saldo dana kas kecil secara fisik adalah Rp5.500.000,00. Dari data tersebut maka jurnal untuk mencatat selisih dana kas kecil adalah...
Jawaban: Menurut catatan Rp5.750.000
Menurut fisik Rp5.500.000 -
Selisih kurang Rp 250.000
Maka jurnal untuk mencatat selisih dana kas kecil adalah sebagai berikut
Selisih dana kas kecil (D) Rp250.000
Kas kecil (K) Rp250.000
Komentar
Posting Komentar